Senin, 10 September 2012

Karakteristik Kualitatif Penyusunan Laporan Keuangan

Bismillah....
mulai lagi posting untuk mengisi lembaran blog sederhana ini, pokok bahasan kali ini adalah karakteristik pokok kualitatif penyusunan laporan keuangan.
Laporan keuangan berisikan informasi keuangan yang pada hakikatnya adalah merupakan suatu informasi kuantitatif. Agar informasi tersebut berguna bagi pemakai, informasi tersebut harus memenuhi karakteristik kualitatif. Dengan karakteristik kualitatif tersebut, informasi kuantitatif dalam laporan keuangan dapat memenuhi kebutuhan pemakai.
Menurut PSAK ada empat karakteristik kualitatif pokok :
1.   Dapat difahami ;
Laporan keuangan harus dapat difahami oleh para pemakai agar dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Untuk dapat difahami para pemakai laporan keuangan diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi, bisnis, akuntansi serta kemauan untuk mempelajari informasi.
2.   Relevan ;
Relevan berhubungan dengan kegunaan informasi tersebut dalam pengambilan keoutusan. Informasi dikatakan relevan jika informasi tersebut mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai sehingga dengan membantu mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini, atau masa depan, menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi di masa lalu. Informasi akuntansi sering digunakan untuk memprediksi kinerja dan posisi keuangan di masa depan seperti kemampuan entitas membayar dividen dan utang yang akan jatuh tempo.
3.   Keandalan ;
Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan.
Informasi mungkin relevan tetapi jika hakikat atau penyajiannya tidak dapat diandalkan maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan. Misalnya jika keabsahan dan jumlah tuntutan atas kerugian dalam suatu tindakan hukum masih dipersengketakan, mungkin tidak tepat bagi entitas untuk mengakui seluruh tuntutan dalam neraca, meskipun tepat untuk mengungkapkan jumlah serta keadaan dari tuntutan tersebut.
4.   Dapat dibandingkan ;
Untuk dapat menganalisis tren kinerja entitas dan melihat posisi entitas dalam lingkungan usaha, pemakai perlu membandingkan laporan keuangan entitas antarperiode dan membandingkannya dengan entitas lain. Untuk tujuan perbandingan antar periode dan dengan entitas lain, maka pengukuran dan penyajian dari transaksi dan peristiwa lain yang serupa harus dilakukan secara konsisten antarperiode dan konsisten dengan periode lain. Hal itu memerlukan konsistensi kebijakan akuntansi, standar akuntansi juga diperlukan agar pengukuran dan penyajian informasi sama antar entitas yang berbeda.
Implikasi karakter kualitatif dapat dibandingkan adalah bahwa pemakai harus mendapat informasi tentang kebijakan akuntansi yang digunakan dan perubahan kebijakan serta pengaruh perubahan tersebut. Para pemakai harus dapat dimungkinkan untuk dapat mengidentifikasi perbedaan kebijakan akuntansi antarperiode dan dengan entitas yang berbeda. 

Semoga membantu..




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar